Mengapa anakku cepat bosan bermain ya? Setiap ada mainan edukatif yang diberikan padanya hanya bertahan sebentar dan dia kembali lagi asik main gadgetnya. Katanya bermain adalah dunia anak. Tapi anakku bosenan nih, ga suka mainan pretended play, diajak main sensory sebentar udahan jijikan dia, diajak main puzzle akhirnya dilempar-lempar. Nah, siapa saja parents yang pernah mengalami kejadian di atas?
Banyak hal yang dapat membuat anak cepat jenuh dalam sebuah permainan. Beberapa faktor yang mempengaruhinya bisa saja:
- usia yang belum tepat untuk permainan
- kurangnya aktivitas fisik dan stimulasi untuk meningkatkan konsentrasi
- tidak ada teman bermain
Usia yang belum tepat untuk permainan
Usia perkembangan anak akan sangat berpengaruh untuk menentukan jenis permainan. Jika level permainan terlalu sulit anak akan merasa frustasi dan berakhir pada melempar benda atau berteriak-teriak. Jika sudah terlanjur membeli mainan tapi anak belum mau main, jadi bagaimana dong? Tidak ada yang sia-sia parents. Jika saat ini anak belum bisa, bukan artinya anak tidak bisa mengerjakannya kan? Ajaklah anak bermain secara berkala atau anak memperhatikan cara parents bermain. Jika sudah siap, anak akan mencobanya dan parents akan terkejut melihat perkembangannya.
Kurangnya Aktivitas Fisik dan Stimulasi untuk Meningkatkan Konsentrasi
Rentang konsentrasi anak usia dini masih relatif pendek dibandingkan anak usia sekolah.
Berikut ini adalah tabel rentang konsentrasi anak berdasarkan usia;

Ada tips dari Kegiatan Anak Indonesia untuk membantu menstimulasi konsentrasi anak:
- mengajak anak rutin berolahraga atau hiking melihat pemandangan alam
- memberi kegiatan secara bertahap

Kegiatan fisik dapat membantu meingkatkan konsentrasi anak loh! Karena saat anak masih memiliki energi yang banyak untuk beraktivitas, mereka akan kesulitan untuk duduk tenang. Salurkan energi mereka untuk berolahraga dan aneka kegiatan fisik lainnya.

Melatih anak untuk melakukan kegiatan secara bertahap juga dapat mengurangi kejenuhan anak saat bermain. Memberi variasi kegiatan dalam bermain juga dapat mengembalikan gairah anak untuk bermain dan mepelajari suatu hal yang baru.
Tidak Ada Teman Bermain

Saat bermain tanpa pengarahan atau teman untuk bermain, anak cenderung berhenti bermain dan mencari kegiatan yang dapat dilakukan sendiri. Permainan melalui gawai adalah pilihan terdekat yang dimiliki anak untuk bermain sendiri. Jika parents ingin anak betah bermain ikutlah dalam setiap permainan bersama anak.
Jadilah role model dan tunjukkan pada anak betapa permainan tersebut menyenangkan dan mengasyikan.
Bagaimana parents, mau coba tips yang mana hari ini? Semoga setelah menemani anak-anak bermain, ikatan parents dan anak-anak semakin terjalin. Serta bermain bersama di rumah pun jadi tambah seru.




Leave a comment