Waktu Itu Abstrak

Bagaimana Anak Bisa Memahaminya? Pernahkah anak bertanya, “Sebentar itu berapa lama?” atau “Kapan besok datang?” Ini adalah pertanyaan umum yang muncul karena anak usia dini masih berpikir secara konkret. Konsep waktu, yang tidak dapat disentuh atau dilihat, sering kali membingungkan mereka. Namun, meskipun abstrak, waktu tetap bisa dikenalkan melalui pengalaman sehari-hari. Dengan metode yang tepat,…

Bagaimana Anak Bisa Memahaminya?

Pernahkah anak bertanya, “Sebentar itu berapa lama?” atau “Kapan besok datang?” Ini adalah pertanyaan umum yang muncul karena anak usia dini masih berpikir secara konkret. Konsep waktu, yang tidak dapat disentuh atau dilihat, sering kali membingungkan mereka.

Namun, meskipun abstrak, waktu tetap bisa dikenalkan melalui pengalaman sehari-hari. Dengan metode yang tepat, anak bisa mulai memahami bagaimana waktu bekerja dan bagaimana ia berdampak pada aktivitas mereka.

Mengapa Waktu Itu Abstrak?

Bagi anak-anak, sesuatu yang nyata adalah yang bisa mereka rasakan, pegang, dan lihat langsung. Contohnya, mereka bisa memahami bahwa bola itu bulat karena mereka bisa melihat dan memegangnya.

Sementara itu, waktu tidak memiliki bentuk, warna, atau suara yang bisa langsung dikenali. Anak tidak bisa “memegang” waktu atau “melihat” satu jam berlalu secara fisik. Mereka hanya bisa merasakan dampaknya—seperti hari menjadi gelap di malam hari atau perut lapar setelah beberapa jam bermain.

Karena itulah, anak membutuhkan pengalaman nyata untuk menghubungkan waktu dengan kejadian yang bisa mereka lihat dan rasakan.

Cara Mengenalkan Konsep Waktu pada Anak

1. Mengenalkan Waktu Melalui Rutinitas Sehari-hari

Anak belajar paling baik melalui kebiasaan dan pengulangan. Rutinitas harian membantu mereka mengaitkan waktu dengan aktivitas tertentu. Misalnya:
Pagi = Bangun tidur, mandi, sarapan
Siang = Bermain, makan siang, tidur siang
Malam = Mandi, membaca buku, tidur

Dengan rutinitas yang terstruktur, anak secara alami memahami bahwa ada pola waktu yang terjadi setiap hari. Mereka mulai mengerti bahwa setelah sarapan, biasanya ada waktu bermain, dan setelah makan malam, waktunya bersiap untuk tidur.

2. Menghubungkan Waktu dengan Perubahan di Alam

Salah satu cara paling mudah bagi anak untuk memahami waktu adalah dengan melihat perubahan di sekitar mereka:
Matahari terbit → Waktu pagi
Matahari berada di atas kepala → Waktu siang

Matahari terbenam → Waktu sore
Langit gelap → Waktu malam

Orang tua juga bisa mengajak anak mengamati bayangan tubuh mereka saat bermain di luar. Saat pagi dan sore, bayangan akan lebih panjang, sedangkan saat siang, bayangan lebih pendek. Ini adalah cara konkret untuk menunjukkan bahwa waktu berjalan.

3. Mengenalkan Konsep Urutan Waktu (Sebelum, Sekarang, Sesudah)

Karena waktu itu berkelanjutan, anak perlu memahami bahwa ada sesuatu yang terjadi sebelum, sekarang, dan sesudah. Contoh yang bisa diberikan:
“Sebelum tidur, kita harus menggosok gigi.”
“Sekarang waktunya bermain.”
“Setelah makan malam, kita membaca buku.”

Gunakan gambar atau cerita untuk membantu anak memahami konsep ini. Misalnya, buatlah kartu dengan ilustrasi urutan aktivitas: bangun tidur → sarapan → bermain → makan siang → tidur siang.

4. Menggunakan Alat Bantu Visual

Karena anak belajar secara visual, orang tua bisa menggunakan berbagai alat bantu seperti:
Jam Analog → Menunjukkan bagaimana waktu bergerak dengan jarum pendek dan panjang.
Timer atau Jam Pasir → Menunjukkan durasi suatu aktivitas, seperti menyikat gigi selama 2 menit.
Kalender Bergambar → Membantu anak memahami hari, minggu, dan bulan dengan gambar yang menarik.

5. Mengenalkan Konsep Durasi Waktu

Salah satu tantangan dalam memahami waktu adalah mengerti berapa lama sesuatu berlangsung. Orang tua bisa mengajarkan konsep durasi dengan cara menyenangkan:
Menggunakan lagu untuk menyikat gigi selama 2 menit.
Menggunakan stopwatch untuk melihat berapa lama anak bisa berdiri dengan satu kaki.
Menggunakan permainan seperti “berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk merapikan mainan?”

Semakin sering anak mengalami dan membandingkan durasi waktu dalam aktivitas mereka, semakin mereka memahami konsep waktu.


Waktu mungkin abstrak, tetapi anak dapat memahaminya melalui pengalaman sehari-hari. Dengan rutinitas yang terstruktur, pengamatan terhadap perubahan alam, alat bantu visual, dan latihan konsep urutan waktu, anak akan belajar bahwa waktu adalah sesuatu yang berjalan terus dan dapat dipahami.

Sebagai orang tua, tugas kita bukan hanya mengenalkan konsep waktu tetapi juga membantu anak belajar menggunakan waktu dengan bijak, seperti membangun kebiasaan baik dalam manajemen waktu sejak dini. Dengan pendekatan yang konsisten dan menyenangkan, anak akan semakin memahami dan menghargai waktu dalam kehidupan mereka.

Leave a comment