,

Bagaimana Tahapan Belajar Disiplin?

Berikut adalah tahapan belajar disiplin anak berdasarkan usia menurut panduan dari American Academy of Pediatrics (AAP, 2018) yang disesuaikan secara perkembangan (developmentally appropriate): Usia 0–1 Tahun (Bayi) Fokus utama: Memberikan rasa aman dan kenyamanan. Strategi:Tidak perlu disiplin dalam bentuk larangan, melainkan pengalihan perhatian dan pencegahan. Contoh: Pindahkan barang berbahaya dari jangkauan bayi, bukan memarahinya. Usia…

Berikut adalah tahapan belajar disiplin anak berdasarkan usia menurut panduan dari American Academy of Pediatrics (AAP, 2018) yang disesuaikan secara perkembangan (developmentally appropriate):

Usia 0–1 Tahun (Bayi)

Fokus utama: Memberikan rasa aman dan kenyamanan.

Strategi:
Tidak perlu disiplin dalam bentuk larangan, melainkan pengalihan perhatian dan pencegahan.

Contoh: Pindahkan barang berbahaya dari jangkauan bayi, bukan memarahinya.

Usia 1–2 Tahun (Batita)

Fokus utama: Mulai belajar batasan.

Strategi:
Pengalihan, pengulangan peraturan dengan sederhana.
Konsisten dengan rutinitas (waktu makan, tidur, bermain).

Contoh: “Kalau kamu marah, yuk kita bilang pakai kata-kata atau peluk Bunda.”

Usia 2–3 Tahun

Fokus utama: Menjelaskan sebab-akibat dan mulai mengenalkan pilihan.

Strategi:
Jelaskan konsekuensi dengan singkat dan jelas.
Beri dua pilihan agar anak merasa punya kendali.

Contoh: “Kamu bisa pakai baju merah atau biru. Setelah itu kita berangkat.”

Usia 3–5 Tahun (Pra-Sekolah)

Fokus utama: Belajar tanggung jawab dan memahami aturan sosial.

Strategi:
Gunakan time-out, penguatan positif, dan pengulangan aturan.
Libatkan anak dalam membuat aturan bersama.

Contoh: “Kalau selesai main, kita bereskan mainan dulu ya.”

Usia 6 Tahun ke Atas (Awal Sekolah Dasar)

Fokus utama: Mengembangkan disiplin diri dan memahami alasan dari peraturan.

Strategi:
Diskusi lebih dalam tentang konsekuensi dari pilihan.
Gunakan reward sistem yang masuk akal dan realistis.

Contoh: “Kalau kamu menyelesaikan PR sebelum makan malam, kamu bisa punya waktu ekstra membaca buku kesukaan.”

Referensi:
American Academy of Pediatrics. (2018). “Effective Discipline to Raise Healthy Children.” Pediatrics Journal, 142(6).

Leave a comment