Pernahkah kita berkata pada anak, “Hari ini nggak boleh makan sambil nonton TV,” tapi keesokan harinya membiarkannya menonton karena kita sedang sibuk? Atau melarang anak bermain gadget sore ini, namun besok memberikannya agar anak anteng?
Bagi orang dewasa, ini hal kecil. Tapi bagi anak-anak, ketidakkonsistenan membuat bingung, tidak aman, dan sulit belajar disiplin.
Mengapa Konsistensi Sangat Penting dalam Pengasuhan Anak?
1. Anak Belajar dari Pola yang Berulang
Anak usia dini masih dalam tahap membangun struktur pemahaman dunia. Mereka belajar dari pola dan rutinitas. Jika aturan berubah-ubah, anak tidak tahu mana yang benar dan mana yang tidak. Ini membuat mereka tidak belajar apa pun, selain bahwa aturan bisa dinegosiasikan atau diabaikan.
🔁 Konsistensi menciptakan kejelasan, kejelasan menciptakan rasa aman.
2. Disiplin Bukan Kontrol, Tapi Bimbingan
Menurut American Academy of Pediatrics (2018), disiplin yang efektif adalah disiplin yang:
- Konsisten: Anak tahu bahwa tindakan tertentu akan selalu mendapatkan respon yang sama.
- Adil & Penuh kasih: Disiplin tidak dimaksudkan untuk menakut-nakuti, tapi membimbing.
- Sesuai usia: Disesuaikan dengan kemampuan berpikir dan emosi anak.
➡ Saat kita konsisten, kita sedang membantu anak membangun pengendalian diri secara bertahap.
3. Ketidakkonsistenan = Ketidakpastian
Jika hari ini dilarang, besok dibolehkan, anak akan belajar bahwa aturan hanya berlaku kalau orang tuanya sedang dalam “mood” tertentu. Hal ini justru:
- Mendorong anak untuk menguji batas.
- Membuat anak merasa tidak aman karena tidak bisa memprediksi respon orang tua.
- Menumbuhkan sikap tidak bertanggung jawab.
Contoh Situasi dan Cara Menjadi Konsisten
| Situasi | Kurang Konsisten | Konsisten |
| Anak menolak membereskan mainan | “Hari ini nggak apa-apa deh, Bunda capek.” | “Kalau selesai main, kita tetap bereskan, ya. Yuk, bareng Bunda.” |
| Anak menangis minta es krim sebelum makan | “Ya udah, makan duluan.” | “Kita makan dulu, es krimnya nanti setelah makan selesai.” |
| Waktu tidur bergeser terus | “Tadi anaknya belum ngantuk, jadi tidur jam 10.” | “Jam tidur tetap jam 8 malam, kita tenangkan diri dengan baca buku dulu.” |
Konsistensi Butuh Latihan, Bukan Kesempurnaan
Tidak semua orang tua bisa 100% konsisten setiap hari. Tapi yang terpenting adalah berusaha membangun pola yang bisa diprediksi oleh anak. Bila memang ada perubahan, bantu anak memahami alasannya:
🗣️ “Biasanya kita tidur jam 8, tapi malam ini kita boleh begadang sedikit karena ada acara keluarga.”
Disiplin tidak akan terbentuk dalam satu malam. Tapi saat anak tahu bahwa aturan berlaku dengan cara yang tetap dan penuh kasih, mereka akan:
- Lebih mudah belajar tanggung jawab
- Mampu mengontrol emosi
- Merasa lebih aman dan percaya pada orang tuanya
Disiplin yang baik tidak keras, tapi konsisten, jelas, dan penuh cinta.
Baca Juga : Saat Orang Tua Tidak Konsisten, Apa yang Terjadi dalam Pikiran Anak?
Sumber :
📌 APA (American Psychological Association), 2014
📘Center on the Developing Child, Harvard University (2011)



Leave a comment